Blogger Widgets screamo post metalcore: November 2016

Rabu, 23 November 2016

Bahaya Styrofoam

APA ITU STYROFOAM
 Styrofoam/ Stereofoam/ Polystyrene merupakan salah satu jenis plastik dari sekian banyak bahan lainnya. Styrofoam lazim digunakan sebagal bahan pelindung dan penahan getaran barang-barang yang fragile, seperti elektronik. Namun, saat ini bahan tersebut juga banyak digunakan sebagai bahan pengemas makanan dan minuman. Bahan dasar styrofoam adalah polistiren, suatu jenis plastik yang sangat ringan, kaku, tembus cahaya, dan murah. Namun, bahan tersebut cepat rapuh. Karena kelemahannya tersebut, polistiren dicampur seng dan senyawa butadien. Hal ini menyebabkan polistiren kehilangan sifat jernihnya dan berubah warna menjadi putih susu. Kemudian untuk kelenturannya, ditambahkan zat plasticier seperti dioktilptalat (DOP), butil hidroksi toluena, atau n-butyl stearat. Plastik busa yang mudah terurai menjadi struktur sel-sel kecil merupakan hasil proses peniupan dengan menggunakan gas chlorofluorocarbon (CFC). CFC merupakan senyawa gas yang disebut sebagai penyebab timbulnya lubang ozon di planet Bumi. Saat ini sejumlah peralatan elektronik seperti kulkas dan AC dilarang menggunakan bahan bersenyawa CFC. Selain itu, bahan dasar plastik yang dikenal dengan monomer strine yang mengandung racun mudah bermigrasi dan dikhawatirkan mencemari makanan.


Styrofoam umumnya berwarna putih susu dan kaku ini sering dijadikan pengemas makanan. Awalnya bahan ini didesain untuk pengamanan barang elektronik, seperti: TV, radio, kulkas, dan lain-lain. agar tahan benturan ringan. Saat ini bahan tersebut dimanfaatkan juga sebagai pengemas makanan, karena mudah diperoleh, praktis, enak dipandang, murah, anti bocor, serta tahan suhu panas dan dingin sehingga kita mengabaikan dampak dan efek kesehatan serta lingkungan.

BAHAYA PENGGUNANN STYROFOAM
BAGI KESEHATAN


Kandungan benzena (benzene) pada proses pembuatan styrofoam merupakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan. Apabila zat tersebut masuk dalam tubuh manusia akan berdampak pada timbulnya berbagai penyakit. Benzena bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetar, dan mudah gelisah
Kandungan Styrofoam dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, khususnya pada Styrofoam yang digunakan sebagai wadah atau kemasan makanan
adapun bahaya Styrofoam bagi manusia yaitu :
·         Menyebabkan gangguan pada system saraf pusat.
·         Disfungsi system saraf pusat.
·         Berkurangnya daya pendengaran
·         mempercepat detak jantung
·         Insomnia
·         Pada Styrofoam ditemukan kandungan dioctyl phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen,

 suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine (air kencing). Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak. Inilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker. benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia.
·         Sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi.
·         Menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.


BAHAYA PENGGUNAAN STYROFOAM BAGI LINGKUNGAN



Tidak bisa diuraikan oleh alam.
Styrofoam akan menumpuk begitu saja dan mencemari lingkungan. Styrofoam yang terbawa ke laut, akan dapat merusak ekosistem dan biota laut.  Beberapa perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. Namun sebenarnya, yang dilakukan hanya menghancurkan styrofoam lama, membentuknya menjadi styrofoam baru dan menggunakannya kembali menjadi wadah makanan dan minuman.
Proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap-yang mengganggu pernapasan-dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.


Data EPA (Enviromental Protection Agency) di tahun 1986 menyebutkan, limbah berbahaya yang dihasilkan dari proses pembuatan styrofoam sangat banyak. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu, proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap-yang mengganggu pernapasan-dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.


EFEK BURUK STYROFOAM TERHADAP
MAKANAN



Styrofoam yang telah menjadi pilihan bisnis pangan ini, memiliki efek buruk terhadap makanan tertentu karena bahan polystyrene dapat terurai menjadi styrene ketika makanan tersebut bersentuhan dalam kondisi panas. Pada saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahan akan semakin cepat jika:
Makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti makanan yang digoreng atau makanan yang mengandung santan.
Styren sebagai bahan dasar styrofoam memang bersifat dapat larut dalam lemak, karena itu wadah jenis ini tidak cocok digunakan untuk tempat susu yang mengandung lemak tinggi, atau kopi yang dicampur krim.
Makanan atau minuman yang mengandung alkohol atau asam, seperti minuman bersoda atau lemon tea.
Styren sebagai bahan dasar styrofoam juga bersifat dapat larut dalam alkohol.
Suhu tinggi

Semakin panas makanan akan menyebabkan terjadi perpindahan bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Pemakaian styrofoam di restoran-restoran siap saji dan tukang-tukang makanan di pinggir jalan untuk membungkus makanan yang baru selesai di masak atau dalam kondisi panas. Malah ada gerai makanan cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave. Betapa banyaknya zat kimia berbahaya yang pindah ke makanan dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.


MAKIN BERLEMAK MAKIN CEPAT




Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan.
Penelitian juga membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan.

Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan di pinggir jalan, styrofoam digunakan untuk membungkus makanan yang baru masak.. Malahan ada gerai makanan cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave. Terbayang’kan, betapa banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan kita dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.